Australia resmi mengumumkan skuad 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Pelatih Tony Popovic membuat keputusan berani dengan membawa dua pemain yang belum pernah tampil untuk timnas senior Australia: Cristian Volpato dan Tete Yengi. Keduanya masuk skuad final meski belum punya caps bersama Socceroos.
Kejutan utama: Cristian Volpato akhirnya pilih Australia

Nama paling mencuri perhatian adalah Cristian Volpato. Ia sebelumnya pernah membela Italia U-20 dan sempat menolak kesempatan memperkuat Australia di Piala Dunia 2022. Namun menjelang Piala Dunia 2026, Volpato menyelesaikan perpindahan kewarganegaraan sepak bola dari Italia ke Australia, lalu langsung masuk skuad.
Keputusan ini cukup besar karena Volpato dianggap punya kualitas teknis yang bisa memberi warna baru untuk lini serang Australia. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang atau penyerang kreatif, tipe pemain yang selama ini cukup dibutuhkan Socceroos untuk membuka pertahanan lawan.
Tete Yengi juga jadi kejutan

Selain Volpato, Tete Yengi juga masuk daftar final. Striker yang bermain di Jepang itu belum pernah tampil untuk Australia senior. Ia merupakan adik dari Kusini Yengi, yang juga dikenal sebagai penyerang Australia. Masuknya Tete menunjukkan Popovic ingin menambah variasi di lini depan, terutama dari sisi fisik dan direct play.
Beberapa nama besar dicoret

Keputusan Popovic tidak hanya mengejutkan karena pemain yang masuk, tapi juga karena beberapa nama yang keluar. Martin Boyle, Brandon Borrello, Kye Rowles, dan Joe Gauci tidak masuk skuad final. Boyle menjadi salah satu pencoretan paling menyakitkan karena ia juga gagal tampil di Piala Dunia 2022 akibat cedera.
Kye Rowles juga cukup mengejutkan karena ia pernah menjadi bagian penting skuad Australia sebelumnya. Sementara Joe Gauci kalah bersaing untuk posisi kiper ketiga dari Patrick Beach.
Skuad campuran: banyak debutan, tetap ada veteran
Australia membawa kombinasi pemain muda dan berpengalaman. Reuters mencatat ada 17 pemain debutan Piala Dunia dalam skuad ini, termasuk Lucas Herrington, Paul Okon-Engstler, Mohamed Toure, Nestory Irankunda, dan Nishan Velupillay.
Namun Popovic tetap membawa figur senior seperti Mat Ryan, Mathew Leckie, Jackson Irvine, Aziz Behich, dan Harry Souttar. Ryan dan Leckie bahkan menuju Piala Dunia keempat mereka, sehingga pengalaman mereka akan sangat penting untuk menjaga mental tim.
Ulasan: berani, segar, tapi berisiko
Skuad Australia kali ini terasa seperti sinyal perubahan generasi. Popovic tidak hanya mengandalkan nama lama, tapi berani memasukkan pemain muda dan pemain baru yang belum terbukti di level internasional senior.
Dari sisi positif, Australia bisa tampil lebih segar dan sulit ditebak. Volpato bisa memberi kreativitas, Irankunda membawa kecepatan dan keberanian, sementara Tete Yengi memberi opsi fisik di depan.
Namun risikonya jelas: Piala Dunia bukan tempat mudah untuk eksperimen. Pemain tanpa pengalaman internasional senior bisa kesulitan menghadapi tekanan besar, apalagi jika langsung dibutuhkan dalam laga penting.
Kesimpulan
Australia datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad yang penuh kejutan. Masuknya Cristian Volpato dan Tete Yengi menunjukkan Popovic ingin mencari ledakan baru, sementara pencoretan Boyle, Borrello, Rowles, dan Gauci membuktikan tidak ada tempat aman di skuad ini.
Angle konten paling kuat:
“Australia bawa dua pemain tanpa caps ke Piala Dunia 2026. Cristian Volpato akhirnya pilih Socceroos, Tete Yengi ikut masuk, sementara nama-nama senior seperti Martin Boyle dan Kye Rowles justru dicoret.”