Les Bleus melanjutkan performa gemilang mereka di Piala Dunia, menang dengan selisih gol untuk kelima kalinya dalam enam pertandingan. Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé masing-masing mencetak gol, menunjukkan mengapa mereka adalah dua penyerang paling ditakuti di dunia.
Prancis lolos semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Maroko 2-0 pada laga perempat final. Bolavegasgg, Boston – Timnas Prancis kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara dunia. Bermain dengan kedewasaan, ketenangan, dan efektivitas tinggi, Les Bleus sukses mengakhiri perlawanan Maroko yang sebelumnya menjadi salah satu tim paling mengejutkan di turnamen ini.
Kemenangan ini tidak datang dengan cara mudah. Maroko datang ke perempat final dengan modal besar setelah menyingkirkan Belanda dan Kanada. Namun, Prancis tampil lebih matang dalam membaca situasi. Mereka tidak terburu-buru menyerang, menjaga struktur permainan, lalu menghukum Maroko lewat momen penting di babak kedua. Reuters melaporkan Prancis menang 2-0 atas Maroko dan memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026.
Prancis lolos semifinal berkat kombinasi kualitas individu dan kestabilan taktik. Kylian Mbappe kembali menjadi tokoh utama dalam pertandingan ini. Meski sempat gagal mengeksekusi penalti, kapten Prancis itu tidak kehilangan kepercayaan diri. Ia tetap aktif mencari ruang, menekan pertahanan lawan, dan akhirnya mencetak gol penting yang membuka jalan kemenangan Les Bleus. Reuters mencatat Mbappe mencetak gol indah dari dalam kotak penalti sebelum Ousmane Dembélé menggandakan keunggulan enam menit kemudian.

Gol Mbappe menjadi titik balik besar. Sebelum gol itu, Maroko masih mampu bertahan cukup rapat. Yassine Bounou beberapa kali membuat penyelamatan penting, termasuk saat menggagalkan penalti Mbappe. Namun tekanan Prancis terus meningkat. Setelah kebobolan, Maroko mulai kehilangan keseimbangan, sementara Prancis justru semakin nyaman mengatur tempo pertandingan.
Prancis lolos semifinal dengan catatan yang sangat meyakinkan. Sejak fase grup, mereka tampil hampir tanpa cela. Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1 untuk finis sebagai juara Grup I. Setelah itu, mereka menyingkirkan Swedia 3-0 di babak 32 besar, menang tipis 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar, lalu mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Prancis bukan hanya kuat saat menang besar, tetapi juga mampu bertahan dalam pertandingan ketat. Saat menghadapi Paraguay, Prancis tidak bermain semewah laga sebelumnya, tetapi tetap menemukan cara untuk menang. Hal seperti ini penting di fase gugur, karena tim juara tidak selalu menang dengan skor besar. Kadang yang dibutuhkan adalah disiplin, kesabaran, dan kemampuan memanfaatkan satu peluang kecil.

Dari sisi permainan, kekuatan utama Prancis ada pada kedalaman skuad. Kylian Mbappe, Ousmane Dembélé, Timnas Prancis, dan Piala Dunia 2026 menjadi beberapa topik yang layak dijadikan internal link karena sangat relevan dengan artikel ini. Selain Mbappe dan Dembélé, Prancis juga memiliki banyak pemain yang mampu memberi dampak seperti Bradley Barcola, Michael Olise, Désiré Doué, serta Warren Zaïre-Emery. Reuters bahkan menyoroti lini serang Prancis sebagai salah satu unit paling menakutkan di turnamen ini.
Pelatih Didier Deschamps juga layak mendapat kredit besar. Ia berhasil menjaga keseimbangan tim di tengah tekanan besar. Setelah kemenangan atas Maroko, Deschamps menyebut Prancis memiliki keyakinan yang kuat dan mampu tetap tenang meski sempat membuang beberapa peluang pada babak pertama. Reuters melaporkan Deschamps menilai kedisiplinan dan fokus tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan Prancis mencapai semifinal.
Prancis lolos semifinal juga mempertegas konsistensi mereka di turnamen besar. Dalam beberapa edisi terakhir, Les Bleus selalu mampu tampil jauh di kompetisi internasional. Mereka bukan hanya mengandalkan nama besar, tetapi punya struktur permainan yang jelas. Lini belakang solid, lini tengah bekerja keras, dan lini depan punya kecepatan serta kualitas penyelesaian akhir.
Namun, Prancis tetap harus waspada. Kabar mengenai kondisi Mbappe sempat menjadi perhatian setelah ia mengalami benturan di area pergelangan kaki. Kondisi fisiknya tentu akan dipantau menjelang semifinal. Jika Mbappe dalam kondisi terbaik, peluang Prancis untuk melaju ke final akan semakin besar. Tetapi jika ia tidak sepenuhnya fit, Deschamps perlu menyiapkan variasi lain agar serangan Prancis tetap tajam.
Maroko sendiri tetap pantas mendapat apresiasi. Mereka memberi perlawanan kuat dan datang sebagai tim yang tidak mudah dikalahkan. Namun pada akhirnya, pengalaman dan kualitas Prancis menjadi pembeda. The Guardian menilai Prancis mampu menekan Maroko dengan baik dan mengontrol pertandingan setelah gol pertama tercipta.
Kesimpulannya, Prancis lolos semifinal Piala Dunia 2026 dengan performa yang sangat matang. Kemenangan 2-0 atas Maroko menjadi bukti bahwa Les Bleus punya kualitas lengkap untuk mengejar gelar juara. Mereka tajam saat menyerang, solid saat bertahan, dan punya mental besar di fase gugur. Jika konsistensi ini berlanjut, Prancis bisa menjadi ancaman serius bagi siapa pun lawan mereka di babak berikutnya.
Sumber: Reuters, The Guardian, The Straits Times.
Sosial Media Kami
Facebook: Seputaran BOLA Vegasgg