Kolombia membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil meyakinkan. Menghadapi Uzbekistan di Grup K, Los Cafeteros menang 3-1 dan langsung memberi sinyal bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di grup yang juga dihuni Portugal dan RD Kongo.
Kemenangan ini terasa penting karena datang di laga pertama. Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, tiga poin pembuka bisa memberi dorongan mental besar. Kolombia sempat dibuat bekerja keras setelah Uzbekistan mampu menyamakan kedudukan lewat Abbosbek Fayzullaev pada menit ke-60. Namun, pengalaman dan kualitas individu Kolombia menjadi pembeda. Luis Díaz kembali membawa Kolombia unggul, sebelum Jaminton Campaz memastikan kemenangan pada masa tambahan waktu. Daniel Muñoz juga ikut mencetak gol pembuka untuk Kolombia.
Sosok Luis Díaz menjadi pusat perhatian. Pemain sayap Kolombia itu tampil sebagai pembeda di lini serang, terutama lewat kecepatan, keberanian menusuk, dan kontribusi penting dalam kemenangan timnya. Reuters bahkan menyoroti Díaz sebagai pemain yang mulai mengambil peran utama Kolombia, seperti James Rodríguez saat mencuri panggung di Piala Dunia 2014.
Namun kemenangan Kolombia tidak sepenuhnya mulus. Pelatih Néstor Lorenzo mengakui atmosfer besar di Stadion Azteca ikut memberi beban emosional kepada para pemain. Ribuan pendukung Kolombia memenuhi Mexico City dan membuat suasana terasa seperti kandang sendiri, tetapi tekanan itu juga membuat beberapa pemain terlihat sedikit terbebani. Lorenzo juga menilai timnya terlalu banyak menguasai bola tanpa cukup berani mengambil risiko di area serangan.
Hasil ini membuat posisi Kolombia cukup menjanjikan di Grup K. Apalagi Portugal sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo, sehingga kemenangan atas Uzbekistan membawa Kolombia berada dalam posisi awal yang lebih nyaman. Dengan laga berikutnya melawan RD Kongo, Kolombia punya peluang besar untuk memperkuat jalan menuju babak berikutnya.
Secara permainan, Kolombia terlihat punya modal kuat: sayap cepat, transisi tajam, dan pemain berpengalaman seperti James Rodríguez yang tetap memberi pengaruh meski tidak selalu mencolok. Jika Luis Díaz terus tampil konsisten, Kolombia bisa menjadi salah satu tim kuda hitam paling berbahaya di Piala