Portugal harus menelan hasil kurang memuaskan pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Datang dengan status salah satu tim unggulan di Grup K, Selecao das Quinas justru gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 1-1 oleh RD Kongo.
Awalnya, pertandingan terlihat akan berjalan mudah bagi Portugal. João Neves membawa Portugal unggul cepat lewat sundulan pada menit-menit awal. Gol tersebut seolah menjadi tanda bahwa Portugal akan mendominasi pertandingan dan mengunci tiga poin tanpa banyak masalah.
Namun, situasi berubah menjelang akhir babak pertama. RD Kongo perlahan keluar dari tekanan dan mulai berani menyerang. Perjuangan mereka membuahkan hasil setelah Yoane Wissa mencetak gol penyama kedudukan. Gol itu bukan hanya membuat skor menjadi 1-1, tetapi juga mengubah arah pertandingan.
Portugal sebenarnya lebih banyak menguasai bola, tetapi dominasi itu tidak benar-benar menghasilkan ancaman tajam. Serangan mereka terlihat kurang mengalir, ritme permainan menurun, dan beberapa peluang gagal dimaksimalkan. Cristiano Ronaldo yang menjadi sorotan utama juga belum mampu memberi perbedaan besar di lini depan.
Di sisi lain, RD Kongo tampil penuh disiplin. Mereka tidak panik setelah kebobolan cepat dan mampu menjaga organisasi permainan. Hasil imbang ini terasa sangat berharga bagi RD Kongo, apalagi mereka kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen panjang sejak 1974.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, tetap mencoba tenang setelah pertandingan. Namun, hasil ini jelas menjadi bahan evaluasi besar. Portugal tidak bisa hanya mengandalkan nama besar dan penguasaan bola. Mereka harus lebih agresif, lebih cepat mengambil keputusan, dan lebih klinis di depan gawang.
Hasil imbang ini juga membuat persaingan Grup K menjadi semakin menarik. Kolombia berhasil menang 3-1 atas Uzbekistan, sementara Portugal baru mengoleksi satu poin. Artinya, laga berikutnya melawan Uzbekistan akan menjadi sangat penting bagi Portugal untuk menjaga peluang lolos dengan posisi yang lebih aman.
Secara kualitas, Portugal masih punya skuad bertabur bintang. Namun, laga pembuka melawan RD Kongo menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak pernah memberi ruang untuk meremehkan lawan. Jika tidak segera memperbaiki performa, Portugal bisa berada dalam tekanan besar sebelum menghadapi laga penentuan melawan Kolombia.