Kekalahan memalukan dari Maroko... Media Belanda menuntut pemecatan Koeman dan melontarkan kritik tajam kepada Van Dijk
Perjalanan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir dengan cara yang sangat menyakitkan. Oranje harus tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari Maroko lewat adu penalti. Laga berlangsung ketat dan berakhir 1-1 hingga extra time, sebelum Maroko menang 3-2 dalam drama adu penalti. Reuters melaporkan Maroko berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menang lewat penalti dalam pertandingan yang berlangsung di Monterrey.
Kekalahan ini terasa sangat pahit karena Belanda sebelumnya tampil cukup meyakinkan di fase grup. Pasukan Ronald Koeman membuka perjalanan Grup F dengan hasil imbang 2-2 melawan Jepang. Setelah itu, mereka bangkit dengan kemenangan besar 5-1 atas Swedia, lalu menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Tunisia. Dengan hasil tersebut, Belanda keluar sebagai juara Grup F dan masuk babak 32 besar dengan status salah satu tim yang cukup diwaspadai.

Namun, status juara grup tidak cukup untuk menyelamatkan Belanda dari tekanan fase gugur. Melawan Maroko, pertandingan berjalan jauh lebih sulit dibanding laga-laga sebelumnya. Maroko tampil disiplin, agresif, dan berani menekan ketika mendapat kesempatan. Belanda sempat membuka harapan lewat gol Cody Gakpo pada menit ke-72, tetapi Maroko tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Issa Diop pada masa tambahan waktu. The Guardian mencatat gol Diop memaksa laga berlanjut ke extra time sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Momen penyama kedudukan itu menjadi titik balik besar. Belanda yang sebelumnya tinggal menjaga keunggulan justru kehilangan kendali pada menit-menit akhir. Dalam pertandingan knockout, satu kelengahan kecil bisa mengubah seluruh cerita. Itulah yang terjadi kepada Oranje. Mereka terlihat sudah sangat dekat dengan tiket 16 besar, tetapi gagal mengunci kemenangan ketika laga memasuki fase paling krusial.
Adu penalti kemudian menjadi mimpi buruk untuk Belanda. Maroko menang 3-2, dengan Ismael Saibari menjadi eksekutor penentu. Reuters juga mencatat Yassine Bounou berperan penting setelah menggagalkan penalti Crysencio Summerville. Hasil itu membuat Maroko melaju dan akan menghadapi Kanada di babak berikutnya.

Secara permainan, tersingkirnya Belanda cukup mengejutkan karena mereka sebenarnya punya materi pemain yang kuat. Virgil van Dijk masih menjadi pemimpin di lini belakang, Frenkie de Jong mengatur tempo di lini tengah, sementara Cody Gakpo, Brian Brobbey, dan Crysencio Summerville memberi ancaman di depan. Namun di fase gugur, kualitas individu saja tidak cukup. Belanda membutuhkan ketenangan, efektivitas, dan kemampuan mengelola tekanan sampai akhir pertandingan.
Salah satu masalah utama Belanda adalah gagal menyelesaikan laga ketika sudah unggul. Gol Gakpo seharusnya bisa menjadi modal besar, tetapi Oranje tidak mampu mempertahankan kontrol permainan. Setelah Maroko menyamakan skor, tekanan mental mulai berbalik. Belanda terlihat semakin berhati-hati, sementara Maroko mendapat energi tambahan dari momentum tersebut.
Kekalahan ini juga menjadi bahan evaluasi besar untuk Ronald Koeman. The Guardian menyoroti pilihan taktik dan pergantian pemain Koeman dalam laga tersebut, terutama karena Belanda terlihat kurang agresif setelah unggul. Dalam pertandingan sebesar ini, keputusan pelatih bisa menjadi pembeda, apalagi ketika laga memasuki fase akhir dan adu penalti.
Meski tersingkir, Belanda tetap punya beberapa sisi positif dari turnamen ini. Mereka menunjukkan daya ledak luar biasa saat menghajar Swedia 5-1 dan tetap produktif di fase grup. Gakpo kembali membuktikan diri sebagai salah satu pemain penting Oranje, sementara Brobbey dan Summerville memberi gambaran bahwa masa depan lini serang Belanda masih cukup menjanjikan.
Namun, kegagalan di babak 32 besar jelas bukan hasil yang diinginkan. Belanda datang dengan ambisi besar dan sempat terlihat punya peluang melangkah jauh. Sayangnya, turnamen mereka selesai terlalu cepat setelah kalah dalam drama penalti. Untuk negara dengan sejarah sepak bola sebesar Belanda, tersingkir di fase awal knockout tentu terasa mengecewakan.
Kesimpulannya, Timnas Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 karena gagal menjaga keunggulan dan kalah dalam adu penalti melawan Maroko. Oranje tampil bagus di fase grup, tetapi tidak cukup matang saat menghadapi tekanan fase gugur. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa di Piala Dunia, satu momen kecil bisa langsung menentukan nasib sebuah tim.
Sosial Media Kami
Facebook: Seputaran BOLA Vegasgg