Salah memimpin timnas Mesir... Susunan pemain resmi untuk babak selanjut nya
Mesir menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Datang ke turnamen dengan tekanan besar, The Pharaohs justru mampu menunjukkan karakter kuat sejak fase grup hingga babak gugur. Mereka bukan hanya lolos dari Grup G, tetapi juga mencetak sejarah dengan meraih kemenangan pertama di fase knockout Piala Dunia setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti.
Perjalanan Mesir dimulai dengan ujian berat melawan Belgia. Di atas kertas, Belgia lebih diunggulkan karena memiliki pengalaman besar dan deretan pemain berkualitas. Namun Mesir tampil berani dan berhasil menahan Belgia 1-1. Reuters melaporkan Emam Ashour membawa Mesir unggul lebih dulu pada menit ke-19 lewat tembakan kuat, sebelum Belgia menyamakan skor melalui gol bunuh diri Mohamed Hany setelah Romelu Lukaku masuk dari bangku cadangan.

Hasil imbang melawan Belgia menjadi modal mental penting. Mesir membuktikan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada nama besar Mohamed Salah, tetapi juga punya organisasi permainan yang rapi dan lini tengah yang agresif. Emam Ashour menjadi sorotan karena golnya ke gawang Belgia merupakan gol internasional pertamanya, sekaligus membuatnya terpilih sebagai pemain terbaik laga menurut laporan Reuters.
Momentum Mesir semakin kuat ketika menghadapi Selandia Baru pada laga kedua Grup G. The Pharaohs menang 3-1 dan mencatat kemenangan bersejarah di Piala Dunia. Reuters menyebut Mohamed Salah memainkan peran sentral dalam kemenangan tersebut, sementara Mesir naik ke puncak grup dengan empat poin dari dua laga setelah sebelumnya bermain imbang melawan Belgia.

Kemenangan atas Selandia Baru menjadi titik balik besar dalam perjalanan Mesir. Selama ini, Mesir dikenal sebagai raksasa Afrika dengan sejarah panjang, tetapi catatan mereka di Piala Dunia tidak terlalu mentereng. Reuters mencatat bahwa sebelum kemenangan atas Selandia Baru, Mesir belum pernah menang di putaran final Piala Dunia sejak debut mereka pada 1934.
Pada laga terakhir fase grup, Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran. Hasil ini cukup untuk membawa Mesir melaju ke fase gugur. Reuters melaporkan Mesir finis kedua di Grup G dengan lima poin, hanya kalah selisih gol dari Belgia. Dalam laga tersebut, Salah sempat mengalami masalah hamstring sehingga kondisinya menjadi perhatian besar menjelang duel melawan Australia.
Masuk ke babak 32 besar, Mesir menghadapi Australia dalam laga yang berlangsung ketat. Pertandingan berakhir 1-1 setelah extra time, lalu Mesir menang 4-2 dalam adu penalti. Reuters melaporkan Emam Ashour mencetak gol pembuka melalui sundulan pada menit ke-13, sebelum Australia menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany pada babak kedua.
Adu penalti menjadi panggung sejarah untuk Mesir. Para eksekutor Mesir tampil tenang dan berhasil mencetak semua penalti mereka. Reuters mencatat Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal mengeksekusi penalti untuk Australia, sementara Hossam Abdelmaguid menjadi penentu kemenangan Mesir.
Kemenangan atas Australia terasa sangat emosional. The Guardian menyebut Mesir mencapai babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 1934 setelah kemenangan dramatis tersebut. Mohamed Salah juga mencetak penalti dengan gaya Panenka dan terlihat sangat emosional setelah pertandingan.
Pelatih Hossam Hassan layak mendapat banyak kredit atas perjalanan ini. Reuters melaporkan Hassan meminta pemainnya tetap fokus dan mengabaikan tekanan saat adu penalti. Instruksi itu terbukti berhasil karena seluruh penendang Mesir mampu menyelesaikan tugasnya dengan tenang.
Secara permainan, kekuatan Mesir terlihat dari kombinasi pengalaman dan disiplin. Mohamed Salah tetap menjadi ikon utama, tetapi pemain seperti Emam Ashour, Trezeguet, Mohamed Hany, Ramy Rabia, dan Hossam Abdelmaguid juga memberi kontribusi besar. Mesir tidak selalu tampil dominan, tetapi mereka tahu cara bertahan, menunggu momen, dan mengambil kesempatan saat pertandingan memasuki fase krusial.
Perjalanan ini juga menunjukkan bahwa Mesir punya mental turnamen yang kuat. Mereka menahan Belgia, mengalahkan Selandia Baru, lolos dari fase grup, lalu menyingkirkan Australia lewat drama penalti. Bagi publik Mesir, ini bukan sekadar pencapaian olahraga, tetapi momen kebanggaan nasional setelah bertahun-tahun menunggu prestasi besar di panggung Piala Dunia.
Tantangan berikutnya jauh lebih berat: Argentina di babak 16 besar. Duel ini akan menjadi sorotan besar karena mempertemukan Mohamed Salah dengan Lionel Messi. Mesir jelas tidak akan diunggulkan, tetapi perjalanan mereka sejauh ini sudah membuktikan bahwa mereka mampu membuat kejutan. Jika Mesir bisa menjaga disiplin pertahanan dan memanfaatkan transisi cepat, mereka tetap punya peluang memberi perlawanan sengit.
Kesimpulannya, perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kisah paling inspiratif sejauh ini. Mereka datang dengan ekspektasi yang tidak terlalu besar, tetapi mampu melangkah hingga 16 besar. Kemenangan atas Australia menjadi sejarah baru, sementara duel melawan Argentina akan menjadi ujian terbesar untuk melihat sejauh mana mimpi The Pharaohs bisa terus berlanjut.
Sosial Media Kami
Facebook: Seputaran BOLA Vegasgg