mohamed salah dari mesir merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan grup g piala dunia fifa 2026 antara selandia baru dan mesir di bc place
Timnas Mesir mulai menunjukkan taringnya di Piala Dunia 2026. Setelah membuka perjalanan Grup G dengan hasil imbang 1-1 melawan Belgia, Mesir berhasil meraih kemenangan penting 3-1 atas Selandia Baru. Hasil ini bukan hanya berarti tiga poin, tetapi juga menjadi momen bersejarah karena Mesir akhirnya mencatat kemenangan pertama mereka di ajang Piala Dunia.
Mesir datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekanan besar. Sebagai salah satu wakil Afrika yang memiliki sejarah kuat di sepak bola, ekspektasi publik cukup tinggi. Apalagi, mereka masih diperkuat Mohamed Salah, sosok pemimpin sekaligus ikon terbesar dalam skuad. Selain Salah, Mesir juga mengandalkan nama-nama seperti Omar Marmoush, Emam Ashour, Mostafa Ziko, Trezeguet, dan kiper Mostafa Shobeir. Reuters mencatat Mesir mempertahankan susunan pemain utama yang sama saat menghadapi Selandia Baru setelah sebelumnya tampil kompetitif melawan Belgia.

Pada laga pertama melawan Belgia, Mesir sebenarnya hampir membuat kejutan besar. Mereka unggul lebih dulu lewat gol Emam Ashour pada menit ke-19 setelah mendapatkan umpan dari Mohamed Salah. The Guardian melaporkan Mesir tampil disiplin dan mampu meredam serangan sayap Belgia yang biasanya berbahaya melalui Jérémy Doku dan Leandro Trossard. Namun Belgia akhirnya menyamakan kedudukan setelah masuknya Romelu Lukaku membuat pertahanan Mesir berada dalam tekanan, hingga tercipta gol bunuh diri Mohamed Hany.
Hasil imbang melawan Belgia menjadi modal penting bagi Mesir. Mereka menunjukkan bahwa mereka tidak hanya datang sebagai pelengkap turnamen. Mesir mampu bersaing secara taktik, bertahan dengan rapat, dan tetap memiliki ancaman melalui transisi cepat. Namun hasil imbang tetap menyisakan rasa penasaran karena kemenangan sebenarnya sempat berada di depan mata.

Jawaban Mesir datang pada laga kedua melawan Selandia Baru. Mesir sempat tertinggal lebih dulu setelah Finn Surman mencetak gol melalui situasi bola mati. Gol tersebut memperlihatkan satu kelemahan yang harus segera diperbaiki, yaitu konsentrasi bertahan saat menghadapi set-piece. Namun berbeda dari laga pertama, Mesir kali ini mampu memberikan respons lebih kuat dan lebih matang.
Perubahan penting terjadi ketika Mohamed Salah bergerak lebih sentral. Pergeseran posisi itu membuat serangan Mesir menjadi lebih hidup. Emam Ashour juga tampil berpengaruh dalam mengatur ritme permainan dan membantu membangun tekanan dari lini tengah. Mesir kemudian menyamakan kedudukan melalui sundulan Mostafa Ziko, sebelum Salah membawa timnya berbalik unggul lewat penyelesaian yang tenang. Trezeguet akhirnya mengunci kemenangan 3-1 lewat sundulan dari situasi sepak pojok.
Kemenangan atas Selandia Baru memperlihatkan karakter besar Mesir. Mereka tidak panik saat tertinggal, tidak terburu-buru dalam menyerang, dan mampu membaca kelemahan lawan pada babak kedua. Secara mental, ini menjadi sinyal positif. Dalam turnamen seperti Piala Dunia, kemampuan bangkit dari ketertinggalan sering kali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bertahan dan tim yang benar-benar siap bersaing.

Mohamed Salah kembali menjadi pusat cerita. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberi pengaruh besar dalam arah serangan Mesir. Ketika Salah bermain lebih dekat ke area tengah, Mesir punya lebih banyak opsi untuk menembus pertahanan lawan. Kehadirannya membuat pemain-pemain lain mendapat ruang lebih luas karena perhatian lawan selalu tertuju kepadanya.
Emam Ashour juga pantas mendapat sorotan. Setelah mencetak gol ke gawang Belgia, ia kembali berperan penting dalam kemenangan atas Selandia Baru. Perannya sebagai penghubung lini tengah dan lini depan membuat Mesir tidak terlalu bergantung pada serangan langsung. Ini penting karena Mesir butuh variasi permainan jika ingin melangkah lebih jauh.
Kini Mesir berada dalam posisi menarik di Grup G. Setelah dua pertandingan, mereka mengoleksi empat poin dari hasil imbang melawan Belgia dan kemenangan atas Selandia Baru. Laga terakhir melawan Iran akan menjadi sangat penting untuk menentukan langkah mereka menuju fase 32 besar. Grup G sendiri masih cukup terbuka, terutama setelah Belgia dan Iran juga sama-sama kehilangan poin di dua laga awal.
Meski begitu, Mesir belum boleh cepat puas. Masalah konsentrasi di awal pertandingan masih harus diperbaiki. Mereka sempat kebobolan lebih dulu dari Selandia Baru, dan melawan tim yang lebih klinis, kesalahan seperti itu bisa berakibat fatal. Selain itu, Mesir juga perlu menjaga kondisi Salah agar tetap fit, karena pengaruhnya terhadap permainan tim sangat besar.
Kesimpulannya, Mesir menjadi salah satu cerita menarik di Piala Dunia 2026. Mereka memulai turnamen dengan keberanian melawan Belgia, lalu membuktikan kualitas dengan kemenangan bersejarah atas Selandia Baru. Jika mampu menjaga konsistensi dan tampil lebih disiplin saat menghadapi Iran, Mesir punya peluang besar untuk melanjutkan perjalanan ke fase gugur.
Sosial Media Kami
Facebook: Seputaran BOLA Vegasgg