Penyerang Inggris Harry Kane dan gelandang Jude Bellingham
Timnas England masih berada di jalur yang cukup aman dalam persaingan Grup L Piala Dunia 2026. Namun, hasil imbang 0-0 melawan Ghana membuat optimisme besar yang muncul setelah kemenangan atas Kroasia sedikit tertahan. The Three Lions memang belum kalah, tetapi performa mereka dalam dua pertandingan awal menunjukkan dua wajah berbeda: tajam saat melawan Kroasia, lalu buntu ketika menghadapi Ghana.

England memulai turnamen dengan sangat meyakinkan. Menghadapi Kroasia, skuad asuhan Thomas Tuchel menang 4-2 dalam laga yang memperlihatkan kualitas serangan mereka. Reuters melaporkan Harry Kane mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan menyamai catatan Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak England di Piala Dunia. Kemenangan itu membuat banyak pihak mulai melihat England sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh.
Performa melawan Kroasia memang menjadi gambaran terbaik England sejauh ini. Mereka tampil cepat, agresif, dan efektif dalam memanfaatkan ruang. Harry Kane menjadi pusat serangan, sementara pemain-pemain di belakangnya mampu memberikan dukungan yang cukup baik. Kemenangan dengan empat gol juga memberi sinyal bahwa sistem Tuchel mulai terlihat bekerja, terutama dalam transisi menyerang.
Namun, cerita berbeda muncul pada pertandingan kedua melawan Ghana. England gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang 0-0. Reuters menilai hasil tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan di turnamen besar tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika menghadapi lawan yang bertahan rapat dan disiplin.

Ghana datang dengan rencana yang sangat jelas: menutup ruang, mempersempit area di sekitar kotak penalti, dan memaksa England frustrasi. Carlos Queiroz berhasil membuat timnya bermain kompak sepanjang laga. Reuters mencatat England sempat mendominasi penguasaan bola, bahkan mencapai sekitar 80 persen pada sebagian besar babak pertama, tetapi tetap kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar bersih.
Masalah utama England dalam laga tersebut adalah kurangnya variasi serangan. Saat Ghana menumpuk pemain di area pertahanan, England terlalu sering berputar di luar kotak penalti tanpa tusukan yang cukup tajam. Declan Rice dan Elliot Anderson mampu memberi kontrol di lini tengah, tetapi kreativitas untuk membuka pertahanan rendah Ghana masih terbatas. Reuters juga mencatat Harry Kane banyak terisolasi dan dijaga ketat sepanjang laga.

Kane sebenarnya punya peluang emas di masa akhir pertandingan. Setelah Nico O’Reilly menyundul bola mengenai mistar, Kane mendapat kesempatan dari jarak dekat, tetapi tembakannya melambung. Momen itu menjadi simbol dari malam yang sulit bagi England: banyak menguasai bola, menekan, tetapi gagal menemukan sentuhan akhir.
Hasil imbang melawan Ghana juga menghidupkan kembali pertanyaan lama soal England di turnamen besar. Mereka sering tampil meyakinkan di satu laga, tetapi kemudian kesulitan saat menghadapi tim yang bertahan dalam blok rendah. Tuchel sendiri mengakui bahwa Ghana bermain sangat dalam dengan bentuk 4-5-1, sehingga ruang menjadi sulit ditemukan.
Meski begitu, posisi England belum bisa disebut buruk. Mereka masih berada di papan atas Grup L dan tetap berada di jalur menuju babak gugur. Setelah menang atas Kroasia dan imbang melawan Ghana, England akan menghadapi Panama pada laga terakhir grup. Sky Sports mencatat Grup L berisi England, Kroasia, Ghana, dan Panama, dengan jadwal terakhir England melawan Panama sebagai penentu posisi akhir mereka.
Laga melawan Panama akan menjadi ujian penting. Secara kualitas, England tetap lebih diunggulkan. Namun setelah melihat bagaimana Ghana mampu membuat mereka frustrasi, Tuchel perlu memastikan timnya punya solusi jika Panama memilih bertahan rapat. Bukayo Saka bisa menjadi opsi penting karena masuknya Saka saat melawan Ghana disebut memberi urgensi dan sedikit unsur kejutan dalam permainan England.
Secara keseluruhan, perjalanan England di Piala Dunia 2026 masih cukup positif, tetapi belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka punya kualitas individu, kedalaman skuad, dan pengalaman turnamen. Namun untuk menjadi kandidat juara yang benar-benar serius, England harus lebih tajam dalam membongkar pertahanan lawan yang bermain disiplin.
Kesimpulannya, England masih memiliki peluang besar untuk lolos dari Grup L. Kemenangan atas Kroasia menunjukkan potensi besar mereka, sementara hasil imbang melawan Ghana menjadi peringatan bahwa mereka belum sempurna. Jika Tuchel mampu memperbaiki kreativitas lini serang dan memaksimalkan laga melawan Panama, England bisa kembali membangun momentum sebelum memasuki fase gugur.
Sosial Media Kami
Facebook: Seputaran BOLA Vegasgg