Ousmane Dembéle bintang france dengan club berasal psg
Timnas Prancis kembali menunjukkan mengapa mereka layak disebut sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus menyapu bersih tiga pertandingan Grup I dengan kemenangan, mencetak total 10 gol dan hanya kebobolan dua kali. Setelah mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1, Prancis melaju ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi.
Kemenangan terbaru atas Norwegia menjadi bukti paling jelas betapa berbahayanya lini serang Prancis. Laga ini sebelumnya diprediksi sebagai duel besar antara Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Namun yang justru mencuri panggung adalah Ousmane Dembélé. Reuters melaporkan Dembélé mencetak hat-trick pada babak pertama dan membawa Prancis menang 4-1 atas Norwegia untuk mengunci posisi puncak Grup I.

Performa Dembélé menjadi cerita besar karena ia mencetak tiga gol dalam tempo sangat cepat. The Guardian mencatat hat-trick Dembélé terjadi dalam 25 menit, membuat Norwegia tidak punya banyak ruang untuk merespons sejak awal pertandingan. Kemenangan itu juga memastikan Prancis finis sebagai juara grup dan akan tampil di babak 32 besar dengan modal sempurna.
Prancis terlihat sangat matang secara permainan. Mereka bukan hanya mengandalkan satu pemain, tetapi memiliki banyak sumber ancaman. Mbappe tetap menjadi pusat perhatian lawan, namun ketika fokus pertahanan terlalu tertuju kepadanya, pemain seperti Dembélé, Bradley Barcola, Michael Olise, dan Désiré Doué bisa muncul sebagai pembeda. Inilah yang membuat serangan Prancis terasa sangat sulit ditebak.

Sebelum pesta gol atas Norwegia, Prancis juga tampil kuat saat mengalahkan Irak 3-0. Reuters melaporkan Mbappe mencetak dua gol dalam laga tersebut dan membawa Prancis memastikan tempat di babak gugur, meski pertandingan sempat terganggu penundaan panjang akibat cuaca buruk.
Laga melawan Irak menjadi penting karena memperlihatkan mental Prancis. Penundaan pertandingan karena badai bisa mengganggu ritme tim mana pun, tetapi Prancis tetap mampu menjaga fokus. Mbappe menunjukkan kelasnya sebagai kapten dan pemimpin lini depan. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberi tekanan konstan kepada pertahanan lawan.
Pada pertandingan pertama melawan Senegal, Mbappe juga langsung menjadi pembeda. Reuters mencatat Mbappe mencetak dua gol saat Prancis menang 3-1, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya. Kemenangan itu menjadi awal kuat bagi Les Bleus di turnamen ini.
Jika melihat perjalanan fase grup, Prancis tampil sangat lengkap. Mereka punya kecepatan, teknik, kedalaman skuad, dan pengalaman. Di lini belakang, Prancis juga cukup solid. Meski sempat kebobolan dari Senegal dan Norwegia, mereka tidak pernah benar-benar kehilangan kontrol pertandingan. Mike Maignan juga memberi rasa aman di bawah mistar, termasuk ketika menghadapi tekanan Norwegia.

Kekuatan terbesar Prancis ada pada variasi serangan. Mbappe bisa menusuk dari sisi kiri atau bergerak lebih sentral. Dembélé punya kemampuan menggiring bola dan menyelesaikan peluang. Barcola memberi kecepatan tambahan, sementara lini tengah Prancis mampu menjaga tempo agar serangan tidak mudah putus. Dengan komposisi seperti ini, lawan akan kesulitan memilih siapa yang harus dijaga paling ketat.
Kemenangan atas Norwegia juga memberi pesan besar kepada calon lawan di fase gugur. Prancis tidak hanya lolos, tetapi lolos dengan gaya. Mereka mampu mengalahkan tim yang juga sudah memastikan tempat di babak berikutnya, dan melakukannya dengan skor telak. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, bahkan menyebut Prancis terlalu cepat untuk timnya, meski ia juga mempertahankan keputusan melakukan rotasi pemain.
Meski demikian, Prancis tetap harus waspada. Fase gugur selalu berbeda dari fase grup. Satu kesalahan kecil bisa langsung mengubah nasib. Selain itu, tekanan terhadap Prancis akan semakin besar karena mereka datang sebagai salah satu favorit utama. Lawan-lawan berikutnya kemungkinan akan bermain lebih hati-hati dan mencoba memutus suplai bola kepada Mbappe serta Dembélé.
Namun jika performa fase grup menjadi ukuran, Prancis jelas berada di jalur yang sangat positif. Mereka punya pemain bintang, sistem permainan yang hidup, dan mental juara. Mbappe tetap menjadi ikon utama, tetapi kemunculan Dembélé sebagai pahlawan baru membuat Prancis semakin menakutkan.
Kesimpulannya, Timnas Prancis menjadi salah satu tim paling impresif di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Tiga kemenangan dari tiga laga, lini serang tajam, dan kedalaman skuad yang luar biasa membuat Les Bleus layak dipandang sebagai kandidat kuat juara. Jika mereka mampu menjaga konsistensi, Prancis bisa kembali melangkah jauh di turnamen ini.
Sosial Media Kami
Facebook: Seputaran BOLA Vegasgg