1. Lamine Yamal — Spanyol

Lamine Yamal bisa jadi salah satu bintang terbesar turnamen ini. FIFA menyorot Yamal sebagai nama utama dalam skuad Spanyol, bersama Rodri, Pedri, Mikel Oyarzabal, dan Marc Cucurella. Spanyol juga membawa banyak pemain dari skuad juara Euro 2024, jadi Yamal masuk ke tim yang sistemnya sudah matang.
Kenapa bisa bersinar:
Yamal punya kombinasi yang jarang: berani duel satu lawan satu, kreatif, cepat mengambil keputusan, dan tidak takut panggung besar. Kalau Spanyol melaju jauh, dia bisa jadi “wajah baru” turnamen.
Angle konten:
“Lamine Yamal: bocah ajaib Spanyol yang bisa mencuri panggung Piala Dunia.”
2. Kylian Mbappé — Prancis

Mbappé tetap masuk daftar paling kuat. Prancis sudah mengumumkan skuad mereka, dan FIFA mencatat Mbappé menjadi salah satu figur utama dalam tim Didier Deschamps. Prancis juga berada di Grup I bersama Irak, Norwegia, dan Senegal.
Kenapa bisa bersinar:
Mbappé adalah pemain turnamen. Kecepatan, finishing, dan mental big match-nya sudah terbukti di Piala Dunia 2018 dan 2022. Kalau Prancis kembali jauh, Mbappé hampir pasti jadi pusat cerita.
Angle konten:
“Mbappé bukan lagi calon bintang, dia datang sebagai pemburu warisan sejarah.”
3. Erling Haaland — Norwegia

Haaland akhirnya punya panggung besar bersama Norwegia. FIFA mencantumkan Haaland sebagai salah satu ikon yang siap tampil di Piala Dunia 2026. Ini penting karena selama ini ia lebih dikenal sebagai monster klub, tapi belum punya momen besar di turnamen internasional.
Kenapa bisa bersinar:
Kalau Norwegia bisa memberi suplai bola bagus, Haaland bisa menjadi mesin gol. Kombinasinya dengan Martin Ødegaard juga membuat Norwegia punya daya ledak besar, meski mereka bukan favorit utama.
Angle konten:
“Piala Dunia 2026 bisa jadi panggung Haaland membuktikan diri di level negara.”
4. Vinícius Júnior — Brasil

Brasil sudah mengumumkan skuad, dan FIFA mencatat Vinícius Júnior termasuk bintang utama yang dipanggil Carlo Ancelotti, bersama Neymar, Raphinha, Marquinhos, Gabriel Martinelli, dan Gabriel Magalhães.
Kenapa bisa bersinar:
Dengan Brasil yang punya banyak opsi serangan, Vinícius bisa mendapat ruang lebih besar. Di laga terbuka, kecepatannya di sisi kiri bisa jadi senjata paling mematikan Brasil.
Angle konten:
“Kalau Brasil ingin kembali juara dunia, Vinícius bisa jadi kunci ledakan mereka.”
5. Neymar — Brasil

Neymar masuk daftar bukan karena paling muda atau paling fit, tapi karena narasinya sangat besar. FIFA menyebut comeback Neymar menjadi sorotan utama skuad Brasil setelah ia lama absen dari timnas dan berjuang dengan cedera hamstring serta lutut.
Kenapa bisa bersinar:
Kalau Neymar sehat, ia masih punya visi, kreativitas, bola mati, dan pengalaman yang sulit digantikan. Tapi risikonya juga besar: kondisi fisik. Jadi Neymar adalah kandidat “meledak atau jadi tanda tanya”.
Angle konten:
“Neymar datang untuk last dance: bisa jadi magis, bisa juga penuh risiko.”
6. Jude Bellingham — Inggris

Bellingham layak masuk daftar karena Inggris punya skuad yang kuat dan dia sudah menjadi gelandang modern paling lengkap: bisa mencetak gol, mengatur tempo, menekan, dan muncul di momen besar. Beberapa daftar skuad terbaru menempatkan Inggris sebagai salah satu tim yang sudah mengumumkan komposisi besar mereka jelang turnamen.
Kenapa bisa bersinar:
Bellingham punya panggung ideal: tim besar, ekspektasi besar, dan peran sentral. Kalau Inggris melaju jauh, dia bisa jadi kandidat pemain terbaik turnamen.
Angle konten:
“Bellingham bukan cuma gelandang, dia bisa jadi wajah utama Inggris di Piala Dunia.”
7. Christian Pulisic — Amerika Serikat

Sebagai tuan rumah, Amerika Serikat akan dapat perhatian besar. Reuters melaporkan Pulisic masuk skuad 26 pemain AS bersama Tyler Adams, Weston McKennie, Gio Reyna, dan Folarin Balogun. AS juga membawa kombinasi 13 pemain Piala Dunia 2022 dan 13 debutan.
Kenapa bisa bersinar:
Pulisic adalah wajah utama sepak bola AS. Dengan dukungan publik tuan rumah, ia punya peluang besar menciptakan momen ikonik, apalagi laga pembuka AS melawan Paraguay dimainkan di Los Angeles.
Angle konten:
“Pulisic punya panggung terbesar dalam karier internasionalnya: Piala Dunia di rumah sendiri.”
8. Folarin Balogun — Amerika Serikat

Masih dari AS, Balogun menarik karena Reuters menyebut ia diperkirakan punya peran penting di lini depan dalam sistem 3-4-2-1 Mauricio Pochettino.
Kenapa bisa bersinar:
Striker yang tampil di negara tuan rumah sering dapat spotlight besar. Kalau Balogun mencetak gol cepat di fase grup, namanya bisa langsung naik.
Angle konten:
“Balogun bisa jadi senjata rahasia Amerika di Piala Dunia 2026.”
9. Pedri — Spanyol

Pedri masuk skuad Spanyol dan disebut FIFA sebagai salah satu figur kunci La Roja bersama Yamal, Rodri, Oyarzabal, dan Cucurella.
Kenapa bisa bersinar:
Kalau fit, Pedri bisa jadi otak permainan Spanyol. Ia mungkin tidak selalu mencetak gol, tapi pengaruhnya terasa dalam tempo, kontrol bola, dan progresi serangan.
Angle konten:
“Kalau Yamal adalah ledakan, Pedri adalah otak yang mengatur Spanyol.”
10. Son Heung-min — Korea Selatan

Son tetap layak masuk daftar meski belum mencetak gol di liga musim ini. Reuters melaporkan Son tidak khawatir dengan kondisi itu dan merasa performanya tidak buruk. Ia tetap menjadi kapten sekaligus wajah utama Korea Selatan menuju Piala Dunia.
Kenapa bisa bersinar:
Son punya pengalaman, mental pemimpin, dan kemampuan mencetak gol dari situasi sulit. Korea Selatan mungkin bukan favorit, tapi Son selalu punya potensi menciptakan momen besar.