Christian Pulisic kembali menjadi sorotan besar jelang kiprah Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. U.S. Soccer resmi mencantumkan Pulisic dalam skuad 26 pemain USA, dengan data 84 caps, 32 gol, dan 19 assist. Ia juga tercatat sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Mauricio Pochettino.
Tekanan untuk Pulisic jelas tidak kecil. Amerika Serikat tampil sebagai salah satu tuan rumah, sehingga ekspektasi publik jauh lebih besar dibanding turnamen sebelumnya. USA berada di Grup D bersama Paraguay, Australia, dan Türkiye, dengan laga pembuka melawan Paraguay menjadi ujian awal yang sangat penting.
Dari sisi performa, Pulisic tetap dianggap sebagai wajah utama sepak bola Amerika, tetapi ada catatan yang harus ia jawab di lapangan. Beberapa laporan menyoroti bahwa ia sedang berada dalam periode yang kurang tajam dalam urusan gol bersama tim nasional, meski perannya sebagai kreator serangan tetap sangat penting.
Kabar positifnya, isu kebugaran Pulisic sempat mereda setelah sebelumnya dikabarkan mengalami masalah punggung bawah bersama AC Milan. Laporan pertengahan Mei menyebut kondisinya tidak separah yang dikhawatirkan dan ia diperkirakan bisa kembali tepat waktu.
Secara taktik, Pulisic akan tetap menjadi pemain kunci USA, terutama dalam transisi cepat, serangan dari sisi sayap, dan momen satu lawan satu. Di bawah Pochettino, Amerika Serikat disebut mulai mencoba struktur yang lebih fleksibel, termasuk pendekatan dengan tiga bek tengah dan full-back agresif. Situasi ini bisa memberi Pulisic ruang lebih bebas untuk menusuk ke area tengah.
Kesimpulan
Pulisic sedang masuk fase pembuktian terbesar dalam karier internasionalnya. Ia bukan hanya dituntut tampil bagus, tetapi juga membawa USA tampil meyakinkan di rumah sendiri. Kalau Pulisic bisa menemukan lagi ketajamannya, Amerika Serikat punya peluang besar untuk membuat kejutan di Piala Dunia 2026.